Recent Posts

Posts RSS

PERAHU BARU

Pada suatu hari ada seorang suami yang mempunyai perahu baru , perahunya sangat bagus sehingga suami itu sangat senang sekali sehingga semalaman dia menjaga terus perahu itu . Ke esokan harinya di ajaklah istrinya  untuk naik di perahu baru untuk mencari ikan , setelah sampai di tengah laut sang istri tak tahan untuk buang air kecil....
Istri : " Bapak aku gak tahan pengen kencing , bagaimana ini ."
Suami : " Di tahan saja , kita kan sudah ada di tengah laut . Bagaimana mana Mama kencing???".
Istri : " Aduh Bapak aku sudah gak tahan..."
Suami : " Aduh Mama ,, di tahan saja.."
Karena sudah sangat tidak tahan akhirnya sang istri tersebut terpaksa kencing di perahu tanpa sepengetahuan suaminya .
Suami : " Mama.... apa ini kok hangat airnya ".
Istri : " Ma'af Bapak aku sudah tidak tahan , Aku tadi kencing di situ".
Suami : " Aduh Mama ... bagaimana kamu ini ...ini kan perahu baru...(Suami marah-marah)
Istri : " Bapak baru begitu saja marah , saya kan hanya kencing sekali di perahu ini".
Istri : " Padahal Bapak setiap malam selalu saja kencing di perahuku.....".

Wek wek wek wek wek ..........................................................................

0 comments

Perlombaan Yang Melalaikan

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ * حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ * كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ * ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ * كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ * لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ * ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ * ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui; dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kalian mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim, dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainulyaqin, kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (QS at-Takatsur [102]: 1-8).
Surat ini dinamai at-takâtsur, diambilkan dari ayat pertama. Ibnu Marduyah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, surat ini turun di Makkah. Bahwa surat ini termasuk Makkiyah, menurut al-Qurthubi, Abu Hayyan, asy-Syaukani dan al-Qinuji merupakan pendapat seluruh mufassir. Adapun al-Bukhari meriwayatkannya sebagai Madaniyah.1
Dalam mushaf, surat yang terdiri delapan ayat ini berada setelah surat al-Qariah. Jika surat sebelumnya memberitakan tentang nasib dua kelompok manusia di Hari Kiamat, ada yang bahagia dan yang celaka, maka surat ini menjelaskan sebagian potret manusia yang mendapatkan kecelakaan.
Mengenai keutamaan surat ini diterangkan hadis dari Ibnu Umar ra., Rasulullah saw. bersabda:
أَلاَ يَسْتَطِيْعُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ أَلْفَ آيَةٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ؟ قَالُوْا: وَمَنْ يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَقْرَأَ أَلْفَ آيَةٍ؟ قَالَ : أَمَا يَسْتَطِيْعُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ؟
Tidakkah salah seorang di antara kalian mampu membaca seribu ayat setiap hari? Mereka menjawab, “Siapa yang mampu membaca seribu ayat?” Rasulullah saw bersabda, “Bukankah salah seorang di antara kalian mampu membaca al-hâkum al-takâtsur?” (HR al-Hakim dan mensahihkan-nya; al-Baihaqi dalam Asy-Sya’b).
Tafsir Ayat

0 comments

Wayang Kulit

Pagelaran Rutin diselenggarakan 5 kali dalam setahun saat sabtu legi pukul 20.00 WIB di halaman Shopping Center Jepara(SCJ).
Dimana setiap kali pementasannya dibawakan oleh 2 dalang, 5 sinden dan sekitar 20 orang pangrawit, yang terkadang diselingi oleh campur sari. Setelah pementasan, diadakan sarasehan dan ajang ekspresi sesama dalang.
Menurut Bapak Drs.Suliyono,MM selaku Ketua Komda tingkat II Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI).Sumber

0 comments

Wayang Kulit

Pagelaran Rutin diselenggarakan 5 kali dalam setahun saat sabtu legi pukul 20.00 WIB di halaman Shopping Center Jepara(SCJ).
Dimana setiap kali pementasannya dibawakan oleh 2 dalang, 5 sinden dan sekitar 20 orang pangrawit, yang terkadang diselingi oleh campur sari. Setelah pementasan, diadakan sarasehan dan ajang ekspresi sesama dalang.
Menurut Bapak Drs.Suliyono,MM selaku Ketua Komda tingkat II Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI).

0 comments

Tenun Troso


Troso adalah nama salah satu desa yang terdapat di kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Di Desa inilah tempat komunitas pengrajin tenun ikat troso berada. Sebenarnya Tenun Troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalamkurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat.Sebenarnya Tenun Troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalam kurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat, Namunmasyarakat Kabupaten Jepara & sekitarnya lebih mengenal dengan sebutan “Tenun Troso”. Kerajinan tenun ini tumbuh dan berkembang sejak jaman Belanda dan terus dilestarikankan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, yang saat ini sudah pada generasi yang kelima.Terdapat 2 (dua) motiftenun hasil karya cipta komunitas Desa Troso, yaitu :
- Motif/pola Cemara (pohon cemara)
- Motif/pola Lompong (daun Tales)
Tenun motif cemara dan lompong adalah jenis motif yang ditorehkan pada kain sarung. Dengan kain sarung tersebut Desa -Troso menjadi dikenal oleh khalayak ramai (terkenal). Namun seiring dengan perjalanan waktu, motif tenun cemara & lompong sudah jarang dibuat oleh pengrajin, yang dikarenakan tidak adanya permintaan pasar Padahal kala itu kain tenun yang bermotifkan lompong dan cemara pernah mengalami jaman keemasan. Namun jaman keemasan tersebut telah sirna ditelan waktu yang disebabkan oleh beberapa persoalan yang sangat komplek, diantaranya adalah : Sulitnya medapatkan bahan baku dengan jumlah banyak dan yang konsisten spesifikasinya. Suhu Politik saat itu kurang kondusif yang dikarenakan terjadinya perang saudara. (tragedi G 30 S/ PKI)
Keinginan Pemerintah Daerah Jepara untuk mengedepankan kerajinannya selain meubel ukir, diantaranya adalah tenun troso. Salah satu upaya Pemerintah Daerah adalah membantu penyerapan pasar hasil kerajinan tenun troso yang berupa kewajiban kepada jajaran Pemerintah Daerah untuk menggunakan pakaian seragam tenun ikat yang dibuat oleh pengrajin Desa Troso. Seragam tersebut wajib dikenakan pada hari yang telah ditentukan pula. Kewajiban tersebut adalah bentuk keseriusan Pemerintah Daerah Jepara dalam melestarikan dan melindungi asset kekayaan budaya daerah yang berupa pengetahuan tradisional dan upaya Pemerintah Daerah Jepara dalam mewujudkan keinginannya untuk menggali potensi daerah serta mengedepankan industri kerajinan selain meubel ukir, untuk dijadikan produk unggulan daerah Kabupaten Jepara. Dengan kewajiban memakai tenun ikat untuk kalangan pegawai Pemerintah Daerah tersebut, pengrajin mulai bergairah kembali untuk membuat (produksi) tenun ikat yang selama beberapa kurun waktu ini mengalami kelesuan pasar. Produk tenun ikat yang banyak diproduksi oleh pengrajin adalah kain jok meubel, gorden, pakaian seragam & pakaian adat Kabupaten Jepara serta beberapa jenis motif kain tenun ikat yang bermotifkan etnik dari daerah lain di Indonesia seperti motif tenun dari daerah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Bali dan sebagainya, karena motif dari daerah yang telah disebutkan diatas,
pasarnya masih terbuka luas.
Berbagai motif kain tenun troso dapat kita jumpai pada berbagai showroom / ruang pamer yang ada di desa Troso, jaraknya sekitar 12 km dari ibukota Jepara.
Sumber

0 comments

Emprak


Emprak adalah :

Jenis kesenian tradisional yang tumbuh dan berakar di masyarakat yang merupakan perpaduan dari music ,gerak (tari ),dan peran (lakon) dengan mengangkat sebuah tema berupa cerita tentang kehidupan dengan maksud memberikan pesan moral kepada masyarakat,

I.Emprak pada jaman dulu :

  • Jumlah pemain 9-15 orang semuanya laki-laki
  • Bila ada peran wanita,maka sebagian pemain berdadan ala wanita
  • Alat music (instrument) pengiring berupa terbang (rebana) besar ,terbang kecil, dan kentongan
  • Pakaian (kostum ) pemain :kaos ,sarung ,dan koplak (topi ) bayi
  • Rias wajah :ala kadarnya yang penting mennunjukkan kesan lucu / kocak
  • Waktu pementasan malam hari dengan durasi semalam suntuk
  • Tempat pentas di antai dengan gelaran tikar (lesehan )

II.Emprak di masa sekarang :

  • Jumlah pemain minimal 5 orang & maksimal tidak terbatas terdiri perempuan dan laki-laki
  • Laki-laki yang berdandan ala wanita terkadang masih ada ( tergantung permintaan )
  • Alat music (instrument) pengiring berupa terbang (rebana) besar ,terbang kecil, dan kentongan ditambah alat musik modern seperti orgen, gitar, dan suling
  • Pakaian (kostum ) pemain :Rompi, dan celana panjang/sarung
  • Rias wajah :cenderung bagus tapi tetap mennunjukkan kesan lucu / kocak
  • Waktu pementasan malam hari dengan durasi semalam suntuk atau disesuaikan dengan permintaan (1-2 jam)
  • Tempat pentas di lantai atau dipanggung

III. Tema Cerita

Tema diambil dari kejadian di masyarakat,seperti : kawin lari,kawin paksa, perselisihan rumah tangga, dllyang diakhiri dengan pesan-pesan dan hikmah dari cerita yang dipentaskan. Dalam menyuguhkan suatu cerita juga diselingi dengan lawak/banyolan, tuntunan-tuntunan, penerangan (tentang pertaniaan ,agama, norma, politik, dll )

IV. Pola permainan

  • Musik pembuka
  • Tarian khas emprak
  • Lawak /banyolan
  • Lagu-lagu
  • Cerita
  • Penutup

V. Kelompok yang masih Exis

Saat ini diJepara terdapat 5(lima)kelompok Emprak yang masih eksis dan aktif yang terdapat di kecamatan Mlonggo,kecamatan Bangsri, dan kecamatan Keling gengan mayoritas pemainnya berusia tua

VI.Pentas diluar wilayah Jepara :
Mengikuti festival kesenian, mengisi acara televisi (TVRI Semarang ), PRPP, Maerokoco,TMII, dll.
Sumber

0 comments

Monel Jepara

Bahan boleh sama, tapi lain daerah lain sebutannya. Itulah yang dialami monel. Monel merupakan logam sejenis besi yang di tempat lain orang biasa menyebutnya baja putih. Keunikan logam ini antara lain tidak berkarat, karena itu cocok digunakan untuk aksesori tubuh. Segala macam aksesori, mulai dari kalung, gelang, cincin, anting, ikat pinggang hingga alat untuk kerokan.
Aksesori monel inilah yang diproduksi dan banyak dijajakan di Desa Kriyan, kalinyamatan, Jepara, sekitar 18 km sebelah selatan Jepara dari arah Kudus.
Sumber

0 comments

Monel Jepara

Bahan boleh sama, tapi lain daerah lain sebutannya. Itulah yang dialami monel. Monel merupakan logam sejenis besi yang di tempat lain orang biasa menyebutnya baja putih. Keunikan logam ini antara lain tidak berkarat, karena itu cocok digunakan untuk aksesori tubuh. Segala macam aksesori, mulai dari kalung, gelang, cincin, anting, ikat pinggang hingga alat untuk kerokan.
Aksesori monel inilah yang diproduksi dan banyak dijajakan di Desa Kriyan, kalinyamatan, Jepara, sekitar 18 km sebelah selatan Jepara dari arah Kudus.
Sumber

0 comments

Bukti Kebenaran Al-Quran


"Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah "(Q.S. Al-Qamar: 1)"
Benarkah peristiwa menakjubkan 14 abad yabg lalu saat Rasulullah dengan izin Allah membelah bulan?. Apapun yang datang dari Allah dan Rasulnya masuk akal atau tidak maka tiada pilihan untuk menolaknya. Karena sebuah penolakan adalah sbuah jawaban sedekat apa Iman kita pada kebenaran itu?. Untaian Risalah berikut smoga bisa menambah keyakinan kita akan sebuah kebenaran,... kebenaran yang mutlak dari-Nya.
Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??

Di bawah ini adalah kisahnya:

0 comments

Keramik


Mayong, selain dikenal sebagai kota kelahiran RA. Kartini juga sebagai pusat keramik / gerabah. Produknya telah menembus pasar mancanegara. Terletak 25 km sebelah timur Jepara arah Kudus

0 comments

Menghadapi Kaum Munafik.!!


وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا، فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا، أُولَئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلا بَلِيغًا

Jika dikatakan kepada mereka, “Marilah kalian (tunduk) pada hukum yang telah Allah turunkan dan pada hukum Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. Lalu bagaimanakah jika mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah akibat perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah, “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.” Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu, berpalinglah kamu dari mereka, berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (QS an-Nisa [4]: 61-63)

Tafsir Ayat
Allah Swt. berfirman: Wa idzâ qîla lahum ta’âlaw ilâ mâ anzalal-Lâh wa ilâ ar-Rasûl (Jika dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu [tunduk] pada hukum yang telah Allah turunkan dan pada hukum Rasul.”). Dalam konteks ayat ini, frasa mâ anzalal-Lâh berarti hukum-hukum yang

0 comments

Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Pornografi


Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT ialah sebagai objek dari berbagai taklif (objek hukum). Sehingga jelas dalam menjalani kehidupan ini maka manusia baik pria maupun wanita tidak bisa terlepas dari hukum-hukum Allah, termasuk dalam interaksi pergaulan pria dan wanita juga tidak terlepas dari hukum-hukum Allah oleh karena itu interaksi pergaulan antara pria dan wanita pun haruslah sesuai dengan hukum-hukum Allah (syariat-Nya).

Namun ironisnya sudah menjadi style artis masa kini bahkan remaja atau mahasiswa, ketika bergaul mereka memisahkan ajaran agama dari aktivitasnya (baca: sekulerisme) yang tercermin dalam pergaulan yang liberal. Akibatnya, dari yang awalnya hanya “PDKT” lama kelamaan akan menjalar saling kenal, pacaran, hingga perzinaan, sampai free sex sebagai the end of this story. Bahkan pelecehan seksual bisa terjadi.

Beredarnya video film pornografi mirip artis Luna Maya, Cut Tari dan Ariel Peterpen di tengah masyarakat bahkan sampai di kalangan pelajar menunjukkan bukti bahwa

1 comments

Keharaman Mentaati Hukum Selain Hukum Allah


اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah serta mempertuhankan al-Masih putra Maryam. Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS at-Taubah [9]: 31).

Kandungan ayat ini berkaitan erat dengan ayat sebelumnya. Dalam ayat sebelumnya diberitakan mengenai perkataan Yahudi dan Nasrani. Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair adalah putra Allah. Orang-orang Nasrani mengatakan bahwa al-Masih adalah putra Allah. Karena ucapan itu, mereka pun mendapatkan laknat-Nya.

Ayat ini membeberkan daftar kekafiran mereka berikutnya. Mereka juga menjadikan pendeta dan rahib mereka sebagai tuhan selain Allah Swt. Bagi kaum Nasrani, daftar kekafiran mereka makin panjang ketika mereka juga menyembah al-Masih bin Maryam.

0 comments

Konspirasi Rahasia Di Balik Musik Underground


Sungguh…belum selesai masalah umat islam yang lainnya, zionisme juga sudah menyiapkan senjata baru untuk sudah mempersiapkan penghancuran umat islam melalui seni. Dan dunia underground ternyata cukup efektif menjadi wadah penghancuran generasi muda islam di Indonesia. Lalu apa tujuannya? Jika setiap elemen di Indonesia sudah tersusupi pemikiran Zionisme maka sungguh yang terjadi adalah perpecahan umat islam. Mulai dari isu liberalism, Ahmadiyah serta aliran sesat lainnya. Kaderisasi zionisme paling manjur di Indonesia salah satunya adalah merusak generasi muda islam.Kenapa generasi muda? Karena jika anda ingin menghancurkan sebuah Negara dan perdaban maka hancurkan dulu generasi mudanya karena ditangan merekalah kepemimpinan akan beralih di masa depan.

3 comments

Kerajinan Rotan


Rotan merupakan salah satu komoditas hasil hutan non-kayu yang selama ini menopang kehidupan bagi sekurangnya dua juta rakyat Indonesia. Namun, kondisi yang terjadi terhadap petani rotan adalah keterpurukan akibat rendahnya harga rotan di tingkat petani

Industri kerajinan rotan beserta berbagai produknya dapat kita jumpai di desa Teluk Wetan Kecamatan Welahan Jepara. Produk yang dihasilkan dapat memenuhi pasar lokal maupun ekspor.

0 comments

Pertapaan Sonder


Pada abad XIV Nyai Langgeng atau sering dikenal dengan Ratu Kalinyamat berkuasa atas kerajaan yang berpusat di Mantingan. Pada tahun 1549 suaminya yang bernama Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Penangsang pada suatu pertempuran. Sepeninggal suaminya, Ratu Kalinyamat meninggalkan tahta kerajaan untuk berkelana menuntut keadilan, sampai akhirnya sampai di Dukuh Sonder Desa Tulakan, Kecamtan Banyumanis. Di tempat itu beliau bertapa, topo wudo yaitu meninggalkan pakaian kebesaran kerajaan sampai dendamnya kepada Arya Penangsang terbalaskan.

Ratu Kalinyamat yang dilukiskan sangat cantik bertapa hanya dengan berbalutkan rambutnya yang panjang terurai. Ia memohon pertolongan kepada

0 comments

Pesta Baratan


Salah satu tradisi masyarakat Jepara yang erat kaitannya dengan Ratu Kalinyamat adalah “Pesta Baratan”. Kata “baratan” berasal dari sebuah kata Bahasa Arab, yaitu “baraah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan.
Tradisi Pesta Baratan dilaksanakan setiap tanggal 15 Sya’ban (kalender Komariyah) atau 15 Ruwah (kalender Jawa) yang bertepatan dengan malam nishfu syakban. Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Makmur Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan. Ritualnya sederhana, yaitu setelah shalat maghrib, umat islam desa setempat tidak langsung pulang. Mereka tetap berada di masjid / musholla untuk berdo’a bersama. Surat Yasin dibaca tiga kali secara bersama-sama dilanjutkan shalat isya berjamaah. Kemudian memanjatkan doa nishfu syakban dipimpin ulama / kiai setempat, setelah itu makan (bancaan) nasi puli dan melepas arak-arakan. Kata puli berasal dari Bahasa Arab : afwu lii, yang berarti maafkanlah aku. Puli terbuat dari

0 comments

Tokoh-Tokoh Di Jepara


- RATU KALINYAMAT

Ratu Kalinyamat adalah putri Sultan Trenggono cucu dari Raden Patah, Sultan Demak yang pertama. Nama aslinya masih menjadi perdebatan, ada yang menyebutnya Ratu Arya Jepara, Ratu Kencana dan Raden Ayu Wuryani. Silsilahnya dapat ditarik dari R.Patah. Raden Patah dari perkawinannya dengan Puteri Cina, memiliki enam putra antara lain: Ratu Mas, Pangeran Sabrang Lor, Pangeran Sedo Ing Lepen (Pangeran Sekar), Pangeran Trenggono, Raden Kaduruwan dan Raden Pamekas.
Setelah Raden Patah meninggal, Sultan Demak yang pertama digantikan oleh putranya Pangeran Sabrang Lor, tetapi selang beberapa tahun beliau wafat dan tahta kerajaan seharusnya diserahkan kepada Pangeran Sedo Ing Lepen tetapi juga meninggal karena dibunuh oleh Sunan Prawoto maka tahta kerajaan diserahkan kepada Sultan Trenggono.
Setelah penobatan Raden Thoyib bergelar Sultan Hadlirin menjadi Adipati Jepara, Ia sekaligus merupakan pengampu putra mahkota Arya Panggiri yang belum dewasa. Penobatan tersebut kira-kira terjadi pada tahun 1536 dan tetap menjadikan Kalinyamat sebagai pusat pemerintahannya. Kekuasaan meliputi negeri Jepara, Pati, Rembang dan Juwana. Sementara Ratu Kalinyamat, setelah penobatan suaminya, lebih bersifat pendamping saja. Hampir semua urusan yang menyangkut pemerintahan diserahkan sepenuhnya kepada suaminya. Bahkan Patih Cie Wie Gwan, bekas ayah angkatnya di Tiongkok di undang dan akhirnya diangkat menjadi patih kerajaan guna membantu pemerintahan Sultan Hadlirin.
Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin pembangunan kerajaan mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang antara lain agama Islam, ekonomi perdagangan, sosial dan kebudayaan terutama seni ukir, pertahanan dan keamanan. Dalam menjalankan pemerintahannya di pusatkan di Kalinyamat sedangkan untuk tempat pesanggrahan atau peristirahatan dan pertapaan berada di desa Mantingan yang sekarang menjadi makam Ratu Kalinyamat dan keluarganya. Pesanggrahan di Desa Mantingan selalu dikunjungi oleh Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat apabila terdapat suatu masalah atau kepentingan. Desa Mantingan berasal dari kata pemantingan atau pementing yang artinya tempat yang sangat penting. Namun dari beberapa sumber dijelaskan Mantingan berasal dari kata Manting yang artinya pohon “Manting” atau “Salam”, tempat ini selalu dikunjungi oleh Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin serta Kanjeng Sunan Kalijaga.
Agar pesanggrahan ini dapat dijadikan sebagai tempat peristirahatan maka dilengkapi dengan bangunan masjid. Dalam pembangunan masjid berbagai ornament dipercayakan kepada ayah angkatnya yang bernama Patih Cie Wie Gwan, yang memang memiliki keahlihan mengukir batu. Patih Cie Wie Gwan disuruh oleh Sultan Hadlirin untuk mencari ornament ukir-ukiran dari Tiongkok tetapi yang dibawa bukan ukir-ukiran melainkan hanya batu-batu putih. Batu-batu putih tersebut akhirnya diukir oleh masyarakat Desa Mantingan atas perintah dan bimbingan dari Patih Cie Wie Gwan. Dari keahlian sang Patih inilah maka diberi gelar “patih Sungging Badar Duwung” apabila diartikan sungging berarti ‘memahat” Badar berarti “batu’ ata “akik” sedangkan Duwung berarti “Tajam’ atau dalam bahasa Jawa berarti “Keris”. Sehingga keahlian mengukir ini sampai sekarang dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat desa Mantingan dan industri Mebel.


Pembangunan masjid Mantingan ini ditandai dengan Cadrasengkala yang berbunyi “Rupa Brahmana Warna Sari” yang nilainya : “Rupa = 8, Brahmana = 4, Warna = 7 dan Sari = 1” jadi apabila dibalik menjadi 1748. Waktu ini menunjukkan masa pemerintahan Ratu Kalinyamat.
Setelah lama menikah Sultan Hadlirin dengan Ratu Kalinyamat belum dikaruniai putra sehingga menimbulkan kegelisahan. Usaha yang dilakukan yaitu mengambil putra angkat dari Sultan Hasanuddin Banten bernama Dewi Wuryan Retnowati, tetapi tidak lama kemudian meninggal dunia. Usaha Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadliri untuk tetap berkeinginan memiliki putra terus dilaksanakan demi kelangsungan keturunannya sehingga sang Ratu Kalinyamat menyuruh Sultan Hadliri menikah lagi. Ratu Kalinyamat rela dimadu dan demi untuk mendapatkan penerus kerajaan. Konon untuk mengurus perkawinan ini dilakukan oleh Ratu Kalinyamat sendiri dengan menjodohkannya pada Raden Ayu Probodinabar putri dari Kanjeng Sunan Kudus. Ini berarti selain perkawinan yang didasari oleh keinginan mendapatkan keturunan juga didasari perkawinan politik yaitu menguatkan kedudukan Sultan Hadlirin yang merupakan perpaduan dari dua kekuasaan besar. Ketika di Demak terjadi krisis perebutan kekuasaan terjadilah serangkaian pembunuhan yang dilakukan oleh Sunan Prawoto, putra dari Sultan Trenggono terhadap “Pangeran Sekar” (Pangeran Sedo Ing Lepen) kakak kandung dari Sultan Trenggono. Oleh karena itu, yang diangkat sebagai sultan adalah Sultan Trenggono.
Setelah Sultan Trenggono wafat kemudian Sunan Prawoto naik tahta menggantikan ayahandanya tetapi dalam waktu yang tidak lama kemudian Sultan Prawoto dibunuh oleh Arya Penangsang melalui tangan abdinya yang bernama Rungkut. Setelah Sunan Prawoto wafat, atas prakarsa mayoritas wali Sembilan diserahkan kepada menantu sultan Trenggono yang bernama Maskarebet atau Joko Tingkir. Setelah dinobatkan menjadi raja Demak Bintoro ia bergelar Sultan Hadiwijaya. Sultan Hadiwijaya kemudian memindahkan pusat kerajaanya dari Demak Bintoro ke Pajang pada tahun 1568 M yaitu daerah Tingkir tempat kelahirannya (di dekat Boyolali).
Tujuan memindahkan pusat kerajaan dari Demak Bintoro ke Pajang yaitu mendekati para pendukungnya di Tingkir serta menjauhi lawan-lawan politiknya. Joko Tingkir menjadi raja pertama dari kerajaan Pajang ini. Kedudukannya disahkan oleh Sunan Giri (seorang dari wali 9), dan segera mendapat pengakuan dari adipati-adipati di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk menghindari munculnya gejolak pasca penobatan Joko Tingkir sebagai sultan, di Demak Bintoro maka diangkatlah Arya Panggiri menjadi Adipati di Demak Bintoro / raja kecil namun umurnya masih terlalu muda sehingga dia menjadi “ Yuda Raja” / raja muda dan sebagai wali rajanya adalah Sultan Hadlirin yang berkedudukan di Jepara. Sultan Hadlirin kemudian memboyong kedua adiknya yaitu Rr. Ayu Semangkin dan Rr. Ayu Prihatin beserta harta kekayaan Kerajaan Demak.
Setelah tuntutan pengadilan atas terbunuhnya Sunan Prawoto tidak dikabulkan bahkan mendapatkan jawaban yang mengecewakan maka Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat segera undur diri bahkan tidak berpamitan dengan membawa perasaan kecewa. Sepulang dari pendopo “ndalem Sunan Kudus” Pangeran Hadlirin dan Ratu Kalinyamat dihadang oleh para Sorengpati-Sorengpati (Brutus / pembunuh bayaran) dan akhirnya Sultan Hadlirin di keroyok hingga terluka parah dan jiwanya tidak tertolong. Setelah terluka parah para ”abdi dalem” menyelamatkan jiwa Sultan Hadlirin dengan memapah/menandu untuk dibawa pulang ke kerajaan Kalinyamatan. Peristiwa itu berlangsung pada senja hari menjelang matahari terbenam (Jawa: ‘surup”).
Peristiwa ini dijadikan sebagai momentum pemberian nama-nama desa yang dilalui oleh Sultan Hadlirin berdasarkan keadaan jasatnya seperti: desa Damara yang berasal dari kata dammar “thing, uplik” / lampu teplok. Pada waktu itu

0 comments

Kirab Hari Jadi Jepara


Setelah berakhirnya kemelut ini tampilah Ratu Kalinyamat penguasa di Jepara dan Pangeran Hadiwijaya di Pajang pada tahun 1549. Adapun identitas kedua tokoh ini yaitu Ratu Kalinyamat adalah puteri kandung dari Sultan Trenggono sedangkan Pangeran Hadiwijaya adalah putera menantu Sultan Trenggono pula. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani ekspor impor. Di samping itu juga menjadi pangkalan angkatan laut yang telah dirintis sejak masa kerajaan Demak.Hari jadi Jepara telah ditetapkan tanggal 10 April 1549 berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat II Jepara Nomor 9 Tahun 1988, tentang Penetapan Hari Jadi Jepara. Adapun penetapan peraturan daerah ini mengacu pada tokoh Putri Retno Kencono yang dinobatkan selaku penguasa Jepara dengan nama “NIMAS RATU KALINYAMAT” secara singkat tokoh wanita sejarah legendaris ini dapat diuraikan sebagai berikut :

1 comments

Perang Obor


Upacara tradisional “Obor-oboran” merupakan salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Jepara, khususnya desa tegalsambi kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara yang tiada duanya di Jawa Tengah ini dan mungkin di seluruh Indonesia.
Obor pada upacara tradisional ini adalah gulungan atau bendelan 2 (dua) atau 3 (tiga) pelepah kelapa yang sudah kering dan bagian dalamnya diisi dengan daun pisang kering (jawa : Klaras ).
Obor yang telah tersedia dinyalakan bersama untuk dimainkan/digunakan sebagai alat untuk saling menyerang ehingga sering terjadi benturan–benturan obor yang dapat mengakibatkan pijaran–pijaran api yang besar, yang akhirnya masyarakat menyebutnya dengan istilah “ Perang Obor “.
Upacara Perang Obor yang diadakan setiap tahun sekali, yang jatuh pada hari Senin Phing malam Selasa Pon di bulan Besar (Dzullijah) diadakan atas dasar kepercayaan masyarakat desa tegal sambi terhadap peristiwa atau kejadian pada masa lampau yang terjadi di desa tersebut
Konon ceritanya pada abad XVI Masehi, di desa tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan “Mbah Kyai Babadan” Beliau mempunyai banyak binatang piaraan terutama kerbau dan sapi. Untuk mengembalakannya sendiri jelas tak mungkin, sehingga beliau mencari dan mendapatkan pengembala dengan sebuatan KI GEMBLONG. Ki Gomblong ini sangat tekun dalam

0 comments

Pariwisata di Jepara

Jepara merupakan sebuah kota indah di kaki gunung muria,boleh di bilang jepara merupakan kota yang sangat komplit (ibarat toko serba ada) walaupun tergolong sebuah kota kecil.Di sebelah timur di kawal dengan keexotisan gunung muria,di sebelah selatan terhampar pantai dengan panorama yang indah,dan masih banyak lagi keistimewaan yang lain.Temukan keistimewaan Jepara di sini.